Senin, 21 Februari 2011

Pendekatan Teori & Metode Penelitian

Link postingan asli : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/teori-dan-metpen-psikologi-lingkungan/
ini adalah back-up dari postingan di Wartawarga

Pendekatan Teori


A. Beberapa Perspektif

Geografi

Toynbee → mengembangkan teori “lingkungan merupakan tantangan bagi penghuninya”
lingkungan disini mencakup : topografi, iklim, vegetasi, persediaan air, dll
Bila lingkungan ekstrem : merusak peradaban
bila tantangan lingkungan kecil : stagnansi kebudayaan

Tantangan lingkungan pada tingkat menengah : tergantung tingkatannya. jika makin berkurang atau makin berlebihan, pengaruhnya melemah.

Barry, Child, & Bacon → kebudayaan masyarakat tidak nomaden menekankan pola asuh berupa ketaatan, tanggung jawab, dan kepatuhan. sedangkan pada budaya masyarakat nomaden, yg ditekankan adalah kemandirian dan akal (berhubungan dengan kemampuan survival)
Dapat disimpulkan, setting lingkungan mempengaruhi penghuninya untuk mempertahankan diri

Biologi-Ekologi

Ada ketergantungan antara biologi dan sosiologi dalam kaitannya dengan hubungan antar-manusia dengan lingkungan, dimana pengaruhnya ada pada pemikiran-pemikiran psikologi lingkungan.

Behaviorisme

→ Muncul sebagai reaksi atas kegagalan teori-teori kepribadian
Adanya pertimbangan terhadap suatu perilaku yang muncul dan variabel-variabel personal yang nantinya dapat meramalkan suatu fenomena manusia dengan lingkungannya

Psikologi Gestalt

→ Berkembang bersamaan dengan behaviorisme
Aliran ini terfokus pada persepsi dan kognisi sebagai perilaku yang tampak. Objects, people, dan settings dipersepsi sebagai suatu keseluruhan. Pengaruh aliran ini antara lain pada kognisi lingkungan

Veitch & Arkkelin → Ada 2 hal yg perlu diketahui :
1. Pendekatan perspektif yang dipakai di atas ada yang amat general cakupannya dan ada pula yang data empirisnya lemah.
2. Tidak ada grand theory dalam psikologi lingkungan, karena tidak ada perspektif tunggal yang dapat menerangkan hubungan perilaku manusia dengan lingkungannya secara detail.
Penyebab hal tersebut setidaknya ada 4 :
a. Data yang ada tidak cukup
b. Hubungan-hubungan yang dikaji terlalu beragam
c. Metode yang digunakan tidak konsisten
d. Pengukuran variabel tidak selalu kompatibel

B. Beberapa Teori

1. Arousal Theory (dalam konteks Psikologi lingkungan)
Hukum Yerkes dan Dodson :
Tingkat arousal rendah → kinerja rendah
Tingkat arousal tinggi → kinerja tinggi

2. Stimulus Load Theory
Titik sentral : Dugaan bahwa manusia memiliki kapasitas tanpa batas dalam memproses informasi.
Saat input > kapasitas → kecenderungan mengabaikan beberapa masukan dan mencurahkan perhatian kepada hal lain → Stimulus yang penting akan lebih diperhatikan daripada yang kurang penting. Strategi yang dipilih dalam menentukan urutan prioritas stimulus mempengaruhi reaksi seseorang; apakah positif atau negatif

3. Behavioral Constrain Theory
Fokus pada kenyataan atau perasaan, atau kesan yang terbatas dari individu oleh lingkungan. Lingkungan dapat mencegah, mencampuri, atau membatasi perilaku penghuni.

Brehm & Brehm → Saat sedang kehilangan kontrol terhadap lingkungan, ada rasa tidak nyaman yang berlanjut ke usaha menekankan lagi fungsi kendali → Reaktansi Psikologis

4. Teori Tingkat Adaptasi
Pada tingkat tertentu, stimulus dirumuskan untuk mengoptimalkan perilaku.

2 proses terkait hubungan manusia dengan lingkungan :
a. Adaptasi : mengubah tingkah laku agar sesuai dengan lingkungan
b. Adjustment : mengubah lingkungan agar sesuai dengan lingkungan penghuninya
salah satu cara di atas dilakukan agar tercapai keseimbangan dengan lingkungan (Homeostatis)
Nilai lain : pengenalan tingkat adaptasi pada individu.

Sarwono → 3 kategori stimulus yang menjadi acuan dalam hubungan lingkungan dgn tingkah laku : Stimulus fisik, sosial, dan gerakan. Masing-masing kategori terbagi 3 lagi : Intensitas, Diversitas, dan Pola.

5. Teori Stres Lingkungan
Fokus pada mediasi peran-peran fisiologi, emosi, dan kognisi dalam interaksi antara manusia dengan lingkungan.
Di lain pihak, terdapat ahli yang lebih memperhatikan masalah respon stres.
Lazarus → Proses Appraisal → dalam menilai lingkungan, seharusnya dilakukan secara kognitif sebagai suatu ancaman sebelum stres dan mempengaruhi perilaku

6. Teori Ekologi
dasar pemikiran : Gagasan tentang kecocokan manusia dengan lingkungannya. Lingkungan dirancang atau berkembang sehingga perilaku tertentu dapat terjadi

Roger Barker : Lingkungan dan tingkah laku saing menentukan dan tidak dapat dipisah-pisahkan.

Metode Penelitian

1. Eksperimen Laboratorium → Eksperimenter dapat memanipulasi variabel yang diasumsikan menjadi penyebab dengan cara mengontrol kondisi-kondisi tertentu dengan tujuan untuk mengurangi variabel yang tidak perlu

2. Studi Korelasi → Mecari hubungan dari peristiwa-peristiwa yang terjadi yang tidak dibebani oleh pengaruh pengumpulan data

3. Eksperimen Lapangan → Dapat dilakukan jika peneliti ingin menyeimbangkan validitas internal yang dicapai melalui eksperimen laboratorium dengan validitas eksternal dari studi korelasi

4. Teknik Pengukuran
Kriteria :
- Berlaku umum dan dapat diulang-ulang
- Dapat dikembangkan menjadi skala pengukuran
- Memiliki standar validitas dan reliabilitas

Macam-macam teknik pengukuran :
a. Self report
b. Kuesioner
c. Wawancara
d. Skala Penilaian

Sumber : Pengantar Psikologi Lingkungan
Pengarang : Hendro Prabowo
Penerbit Gunadarma


Jumat, 11 Februari 2011

Pengantar Psikologi Lingkungan

Doc asli : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/sebuah-pengantar-psikologi-lingkungan/
ini hanya bersifat sebagai back up! ;)

A. Latar Belakang & Sejarah

Didasarkan pada Teori Medan (Field Theory) yang dikenalkan oleh Kurt Lewin, dimana menurut beliau : “selama manusia berinteraksi dengan lingkungan, ada kekuatan-kekuatan yang terjadi. Komponen-komponen tersebut menggerakkan kekuatan-kekuatan dalam bentuk daya tarik/tolak serta daya mendekat/menjauh. Interaksi ini terjadi pada lapangan psikologi individu sehingga nantinya mencerminkan tingkah laku individu tersebut”.

secara sederhana, teori ini dapat dijabarkan sebagai berikut :

TL = f (P,l)

dimana :
TL = Tingkah Laku
f = fungsi
P = Pribadi
l = lingkungan

dalam bentuk kalimat sederhana : “Tingkah Laku merupakan fungsi Pribadi dengan lingkungan”

berdasarkan rumus di atas, maka dapat disimpulkan bahwa :
“Pribadi” dan “lingkungan” merupakan variabel bebas, sedangkan “Tingkah Laku” merupakan variabel terikat

Sebelum kita mengenal istilah “Psikologi Lingkungan”, terdapat beberapa istilah lain yang mendahuluinya seperti :
1. “Psychological Ecology” oleh Lewin (1943)
2. “Ecological Psychology” oleh Egon Brunswik
3. “Behavioral Setting” oleh Roger Barker & Herbert Wright (1947)
4. “Architectural Psychology” dalam sebuah konferensi di Utah (1961 & 1966)
5. “Environment & Behavior” dalam jurnal yang terbit sekitar tahun 1960-an
6. “Environmental Psychology” oleh Harold Proshansky & William Ittelson (1968)

B. Definisi

Beberapa definisi Psikologi lingkungan menurut ahli :

“Disiplin yang mempelajari hubungan perilaku manusia dengan lingkungan fisik” (Heimstra & McFarling)

“Studi transaksi antara manusia dengan lingkungan fisik, dimana dalam transaksi tersebut, manusia mengubah lingkungannya dan lingkungan memiliki andil dalam mengubah perilaku & pengalaman manusia” (Gifford)

“Hubungan individu dengan lingkungannya adalah saling tergantung satu sama lain” (Emery & Tryst)

“Ilmu perilaku multidisiplin yang berorientasi dasar & terapan, yang berfokus pada interrelasi perilaku & pengalaman manusia sebagai individu dengan lingkungan fisik dan sosialnya” (Veitch & Arkkelin)

Lebih jauh, Veitch & Arkkelin menjabarkan 3 unsur dalam psikologi lingkungan :

1. Perilaku manusia, yaitu :
a. Proses-proses fisiologis : detak jantung, refleks, dsb
b. Proses-proses psikologis : stres, kepuasan, dsb
c. Proses-proses perilaku : agresi, altruisme, dsb

2. Disiplin Ilmu :
Meteorologi & Geofisika → ahli meteorologi, Fisika → fisikawan, Kimia → ahli kimia, Arsitektur → arsitek, Biologi → terutama ahli ekologi, dll

3. Masalah Teori dan Praktek

dapat disimpulkan bahwa, Psikologi Lingkungan merupakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan lingkungan fisik dan sosial di sekitar manusia tersebut.

C. Lingkup

Menurut Proshansky, psikologi lingkungan memberi perhatian terhadap manusia, tempat, serta perilaku dan pengalaman manusia yang berhubungan dengan setting fisik. Setting fisik disini bukan hanya berupa rangsangan fisik, tetapi juga termasuk sebuah kompleksitas yang terdiri dari beberapa setting fisik dimana seseorang tinggal dan melakukan aktivitasnya. Sehubungan dengan itu, bisa dikatakan pusat perhatian psikologi lingkungan adalah lingkungan binaan atau built environment.

Lebih jauh, pembahasan mengenai lingkup psikologi lingkungan juga mencakup :
1. desain
2. organisasi & pemaknaan
3. hal-hal spesifik seperti : ruang kamar, perumahan, pemilihan warna, dll.

Pada era ‘70-an, muncul istilah Sosiologi Lingkungan. Bedanya dengan Psikologi Lingkungan adalah pada unit analisisnya :
Sosiologi Lingkungan : unit-unit dalam masyarakat (lebih ke sosial)
Psikologi Lingkungan : manusia dan kumpulan manusia sebagai individu (lebih ke individu)

Ada 4 jenis lingkungan dalam Sosiologi Lingkungan yang sering juga dipakai dalam Psikologi Lingkungan, terutama 2 poin pertama :
1. Natural Environment : laut, hutan, pegunungan, gurun, dsb
2. Built Environment : jalan raya, apartemen, taman kota, lapangan bola, dsb
3. Social Environment
4. Modified Environment

D. Ambient Condition & Architectural Features

2 kualitas lingkungan menurut Wrightman & Deaux :
1. Ambient Condition : Kualitas fisik keadaan sekitar individu
misalnya : sound, cahaya, warna, temperatur, dsb

2. Architectural Features : mencakup setting-setting yang bersifat permanen

Pembahasan lebih jauh ada dalam bab selanjutnya.

Sumber : Pengantar Psikologi Lingkungan
Pengarang : Hendro Prabowo
Penerbit Gunadarma